Akad Yang Perlu Diketahui Saat Investasi Syariah

98 View

Id.jsmalfamart.comAkad Yang Perlu Diketahui Saat Investasi Syariah. Ada pernyataan menarik dari keuangan Islam yang mengungkapkan bahwa “cendekiawan Islam hanya melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda.”

Artinya, transaksi syariah melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda. Satu hal yang membedakan transaksi syariah dengan konvensional adalah akadnya.

Dalam transaksi muamalah (hubungan manusia dengan sesama), akad menentukan halal atau haramnya transaksi dalam konteks syariah.

Beda akad akan beda konsekuensi hukumnya, dalam koridor ilmu syariah.

Bukan dalam berinvestasi syariah. Calon investor perlu memahami akad mana yang akan digunakan dalam investasinya, sehingga pihak syariah dapat memperoleh pengembalian investasi.

Untuk memudahkan membayangkan akad yang digunakan, ambil saja contoh investasi berupa P2P Syariah Lending.

Peer-to-peer (P2P) lending adalah peminjaman atau pemberian kredit secara online kepada perorangan/usaha.

Peer-to-peer lending bisa dikatakan sebagai sarana untuk mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang memiliki kelebihan dana.

Jadikan syariah compliant, pahami 3 akad berikut yang perlu Anda ketahui saat berinvestasi syariah:

1. Kontrak Al-Qardh

Akad Al Qardh banyak digunakan dalam kasus pinjam meminjam, bukan skema investasi syariah. Dalam kontrak ini, beberapa hal harus diperhatikan:

Orang yang menerima dana harus mengembalikannya pada waktu tertentu sesuai kesepakatan.

Pengembalian dana (transaksi) dapat diberikan kepada Lembaga Keuangan Syariah (LKS) atau investor/pemberi pinjaman lainnya
Kontrak ini memungkinkan hutang/pinjaman sesuai dengan kesepakatan, baik nominal maupun jadwal transaksi.

2. Kontrak Wakalah Bil Ujrah

Karena kondisi jarak, waktu, dan lain-lain, Syariah memberikan solusi atas masalah transaksi ini dalam bentuk akad wakalah bil ujrah.

Kontrak ini memungkinkan seseorang untuk memberikan kuasa kepada pihak lain untuk bertindak atas nama pihak lain.

surat kuasa atau wakalah dimana penerima surat kuasa mendapat ketidakseimbangan atau dikenal dengan istilah ujrah.

3. Kontrak Mudharabah Muqayyadah

Dalam konteks investasi, ada pemilik modal dan ada juga pengelola.

Kedua pihak ini dapat melakukan kerjasama investasi dengan akad mudharabah muqayyah. Ketentuan dalam kontrak ini adalah:

Ada kesepakatan awal tentang pembagian keuntungan yang akan diperoleh dari bisnis antara pemilik dan pengelola.

Kerugian menjadi tanggung jawab deposan utama, kecuali pengelola dengan sengaja melanggar perjanjian awal penanaman modal.

Gallery for Akad Yang Perlu Diketahui Saat Investasi Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published.