Novel Di Balik Cadar Aisyah Episode 27 dan 28

787 View

id.jsmalfamart.com– Novel Di Balik Cadar Aisyah Episode 27 dan 28. Saat ini membaca sebuah novel memeng merupakan hal yang banyak sekali di gemari oleh kalangan remaja di tanah air dengan berbagai rekomendasi novel terbaru.

Bahakan saat ini untuk bisa membaca novel dengan menggunakan aplikasi yang sudah tersedia di laynana Google Play Store atau AppStore dengan sangat mudah bisa kalian dapatkan.

Nah, saat ini sudah rilis kembali sebuah novel yang bergenre romantis yang mana dapat membawa pembacanya mendalami dan menghayati setiap alur kata dari cerita Novel Di Balik Cadar Aisyah ini.

Lalu, bagiamna dengan anda yang ingin mengetahui kelanjutan tentang novel di balik cadar aisyah episode 27 dan 28, jangan khawatir karena di sini kami akan memberikan kalian spoirel Novel Di Balik Cadar Aisyah Episode 27 dan 28.

Chapter 27 dan Chapter 28

Novel Di Balik Cadar Aisyah Episode 27 dan 28

Daniel begitu khusyuk dalam doanya. Bermunajat kepada Allah, memohon ampunanatas kelaliannya selama ini. Kembali ia teringat Aisyah, si paras sederhana namun begitumemesona yang telah mengantarkannya dalam perjalanan hidayah serta memberinya seorangMujahid kecil bernama Adam dan Mujahidah cantik bernama Fatimah.

Dicium kening kedua buah hatinya yang tengah lelap dalam tidur. Hatinya teririssedih melihat kedua anaknya tidur tanpa pelukan seorang ibu, penyesalan memang selalu hadir di penghujung.

Bagai sembilu yang mengiris danmenyayat-nyayat jiwa, semua terasa perih. Namun penyesalan tak bisa membuat semuanyadapat kembali. Sama seperti yang dirasakan Daniel, seorang lelaki yang telah dikaruniai duaorang anak yang belum lama dia telah ditinggalkan pendamping hidupnya ke-
Rahmatullah.

Bayang-bayang keshalihan seorang isteri sungguh tak bisa lepas dari benaknya. Masihterbayang saat Aisyah berwudhu, sujud di sepertiga malam, doa untuknya yang terdengar lirih ketika ia tidur, wajah sayu Aisyah yang terlihat lelah mengurusi anak-anaknya sertatubuh yang tinggi ramping seperti habis dikuras lelah dengan segala pekerjaan rumah.

Kalau saja bukan karena air wudhu yang setiap saat membasuh wajahnya, mungkincahayanya sudah pudar. Hanya karena Aisyah senantiasa mengusap wajahnya dengan tetesan.

Wudhu, serta bibirnya yang selalu mengucap dzikir juga tubuhnya yang selalu bergerak untuk ibadah, Aisyah terlihat tetap cantik dan bersinar.

Dia bukan seperti cahaya bulan yang cantik tapi semua orang bebas memandanginya. Namun Aisyah seperti cahaya matahari yang bersinar terang, yang semua orang akan menundukan kepala ketika melihatnya.Terkadang tanpa terasa air mata meleleh hangat di pipinya.

Semua terasamenyedihkan bisik rindu selalu membelai nuraninya, dicampur dengan bungkaman penyesalan yang menusuk jantungnya.

Aku ingin pergi bersamamu isteriku. Andai Allah tak berkehendak mengambil nyawamu lebih dulu, aku akan belajar mencintaimu, mencintai Allah dan Rasul-Nya, akuingin belajar mencintai apa yang kau cintai bersamamu Aisyah.

Terimakasih Ya Rabbii Engkau telah satukan aku dengannya dalam sebuah ikatan pernikahan, Engkau telah menghalalkan segala yang haram di antara kami.

Dan Engkautelah takdirkan ia sebagai isteri yang shalihah menjadi milikku.. Ampuni aku Ya Rabbiihamba yang berdosa belum bisa membahagiakannya.

Daniel teringat kata-kata Aisyah dalam catatannya.Dia baca kembali kalimat yang berkesan doa yang ditulis Aisyah dalam bukunya.

Ya Allah, Jika Engkau tak mengizinkan aku bahagia bersamanya di dunia Mu Perkenankanlah agar aku bahagia bersamanya di surga Mu Aamiin.

Baca Juga:

Gallery for Novel Di Balik Cadar Aisyah Episode 27 dan 28

Leave a Reply

Your email address will not be published.