Tips Membuat Web E-commerce yang Sukses untuk Bisnis

245 View

id.jsmalfamart.comTips Membuat Web E-commerce yang Sukses untuk Bisnis. Di jaman yang semakin canggih dan digital semakin melesat saat ini pastinya akan dengan menemukan sebuah informasi bukan?

Menjual layanan atau produk secara online memang menjadi salah satu strategi pemasaran yang cukup efektif dan efisien, hal ini sangatlah memudahkan para pembisnis pemula untuk memulai usahanya dari nol.

Dengan menggunakan platform digital di media sosial, pastinya kamu dapat menjangkau konsumen yang jauh lebih luas di berbagai wilayah di dunia sampai ke luar negeri pun mungkin kalian akan merasakannya.

Selain itu, toko online Anda juga bisa diakses selama 24 jam non stop sehingga peluang untuk menghasilkan lebih banyak penjualan akan terbuka lebih luas.

Saat ini, memang terdapat banyak cara untuk menjual produk secara online. Salah satu cara yang dinilai cukup efektif adalah dengan membuat web e-commerce. Meskipun demikian, perlu Anda pahami bahwa web e-commerce yang sukses, dibangun dengan strategi yang matang.

Kalian hanya perlu melakukan riset pasar, memastikan web menarik secara visual, serta menjalankan strategi pemasaran digital untuk memenangkan persaingan di medi sosial.

Oleh karena itu, untuk membantu Anda untuk merencanakan atau membuat web e-commerce yang sukses di pasaran, berikut kami sediakan beberapa tips yang bisa Anda lakukan. Berikut informasinya untuk Anda.

Tips Membuat Web E-commerce yang Sukses

10 Tips Mengembangkan eCommerce Dari Pakar eCommerce Dunia

1. Tentukan jenis web e-commerce yang ingin Anda buat

Sebelum Anda membuat web e-commerce, Anda harus menentukan terlebih dahulu jenis web e-commerce seperti apa yang ingin Anda kembangkan. Model bisnis e-commerce sendiri, terbagi kedalam 4 kategori utama yaitu :

  • B2C – Business to Consumer

B2C – Business to Consumer adalah model bisnis yang terjadi antara perusahaan atau penjual dengan konsumen akhir. Contoh: Amazon, eBay, dan Alibaba

  • B2B – Business to Business

B2B – Business to Business adalah model bisnis dimana transaksi yang terjadi dilakukan oleh suatu bisnis dengan bisnis yang lain. Contoh: Salesforce dan HubSpot.

  • C2B – Consumer to business

C2B – Consumer to business adalah model bisnis dimana konsumen atau pengusaha perorangan dapat menjual produk atau layanan mereka ke bisnis. Contoh: Istockphoto, freepik, dan lain-lain.

  • C2C – Consumer to Consumer

C2C – Consumer to Consumer adalah model bisnis dimana konsumen dapat menjual produk atau layanan ke konsumen yang lain. Contoh: Tokopedia, Shopee, dan lain-lain. 

2. Persiapan anggaran

Setelah Anda menentukan jenis web e-commerce yang ingin dikembangkan, Anda masih harus melakukan beberapa riset dan persiapan sebelum terjun ke proses pengembangan website.

Proses pengembangan website tanpa strategi yang matang dapat membawa dampak buruk seperti pembengkakan anggaran biaya. Oleh karena itu, alokasikan anggaran dana secara cerdas. Investasi biaya pengembangan pada alat-alat dan metode pengembangan cerdik untuk menghasilkan sistem berkualitas.

Metode Agile digunakan untuk mengembangkan sebuah software secara bertahap dan berkelanjutan. Metode ini juga berfokus pada value yang dihasilkan untuk setiap aktivitas. Dengan demikian, tim pengembangan dapat mengurangi risiko pembengkakan biaya dan menghindari aktivitas mahal yang tidak memberikan nilai.

3. Analisis pasar dan pesaing

Tren selalu berubah-ubah. Oleh karenanya, sebelum Anda melangkah lebih maju pada proses pengembangan web e-commerce Anda harus mempelajari pasar, mempelajari tren desain web, memahami web seperti apa yang paling berhasil untuk menarik pelanggan, dan dan lain-lain.

Selain melakukan analisis pasar, Anda juga harus melakukan analisis pesaing bisnis Anda. Hal ini diperlukan untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran mereka, bagaimana jangkauan pasar mereka, apakah mereka ada strategi yang tidak berjalan dengan baik dan lain-lain.

Dari informasi tersebut Anda dapat mengambil pelajaran mengenai hal-hal yang harus Anda lakukan atau hal-hal yang perlu dihindari.

4. Pilih platform e-commerce yang paling sesuai

Untuk membuat web e-commerce, Anda dapat menggunakan platform pengembangan e-commerce yang sudah tersedia. Beberapa platform populer yang sering digunakan adalah Shopify, Woocommerce, dan Magento.

Ketika memilih platform mana yang akan dipergunakan, sediakan daftar kriteria yang harus disediakan oleh platform tersebut. Pastikan platform pengembangan e-commerce yang Anda pilih dapat memenuhi kebutuhan Anda. Beberapa contoh kriteria yang harus dimiliki oleh platform tersebut seperti:

  • Harga sesuai dengan anggaran yang Anda miliki.
  • Menyediakan kemudahan proses pembayaran untuk pelanggan Anda.
  • Mudah diintegrasikan dengan plugin dan alat lain.
  • Ramah SEO
  • Dapat menghasilkan web yang mobile friendly.
  • Menyediakan layanan pelanggan yang selalu siap membantu ketika Anda memiliki masalah teknis.
  • Memiliki sistem keamanan yang kuat seperti penggunaan firewall untuk melindungi kredibilitas web dan melindungi data pengunjung.
  • Kemudahan skalabilitas saat Anda ingin membuat web e-commerce menjadi berskala besar.
  • Mudah digunakan dan diterapkan

Penutup

Bagaimana sudah mengerti bukan? maka dengan begitu jika kalian berminat atau ingin bergabung untuk mengembangakan bisnis kalian disini maka dengan begitu tunggu apa lagi segeralah mematangkan rencana anda untuk saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.